MalukuKreasi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat: nilai ekspor Maluku Januari-September 2025 mencapai US$33,53 juta atau turun 18,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Nilai ekspor non migas sebesar US$33,53 juta mengalami kenaikan 12,57 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, SE. M.Si di Ambon, Selasa (25/11/2025) .

Menurut Pattiwaellapia, ekspor Maluku September 2025 mencapai US$ 5,22 juta, turun 15,24 persen dibanding ekspor September 2024 senilai US$6,16 juta.

Ekspor non migas Januari-September 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$30,44 juta, disusul Hongkong US$2,94 juta, dengan kontribusi keduanya mencapai 99,54 persen.

Sementara ekspor ke negara kawasan luar Asia kata Pattiwaellapia  yakni ke Amerika Serikat sebesar US$0,15 juta dengan kontribusi sebesar 0,46 persen.

Menurut pelabuhan muat, ekspor Maluku pada Januari-September 2025 dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan nilai US$33,19 juta (98,97 persen), diikuti Pelabuhan Tual senilai US$0,34 juta (1,03 persen).

Dikatakan, nilai impor Maluku Januari-September 2025 mencapai US$252,69 juta atau turun 31,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan total impor, nilai impor non migas juga turun 84,51 persen dari US$17,88 juta menjadi US$2,77 juta.

Nilai impor Maluku September 2025 mencapai US$32,48 juta, naik 20,15 persen dibanding kondisi September 2024.

Negara pemasok barang impor Maluku selama Januari-September 2025 adalah Singapura US$184,91 juta (73,18 persen), Malaysia US$65,00 juta (25,73 persen), dan Tiongkok US$2,77 juta (1,10 persen). Impor dari ASEAN US$249,92 juta (98,90 persen) dan Asia lainnya US$2,77 juta (1,10 persen).

Neraca perdagangan Maluku Januari-September 2025 mengalami defisit US$219,15 juta yang berasal dari surplus sektor non migas US$30,76 juta, sementara sektor migas defisit senilai US$249,92 juta.